Gue Pengen Museum di Jakarta, Jadi Candu Bak Cinta Pertama

Sejatinya, jatuh cinta adalah hak semua orang untuk merasakannya. Kita tidak pernah bisa menahan atau mengontrol seseorang untuk jatuh cinta. Terlebih, jatuh cinta itu bisa kita rasakan pada siapa pun.

Jatuh cinta rasanya memang nikmat, kamu tidak merasakan gelisah sedikit pun, rasanya seperti ada kupu-kupu yang terbang dalam perutmu. Apalagi ketika cinta itu sudah menjadi candu, maka tidak ada hal negatif sedikit pun yang akan merusak perasaan cinta itu.

Ini seperti yang dirasakan ketika pertama kali mengunjungi salah satu museum di Jakarta. Terlihat kuno memang dijaman millennial seperti ini masih saja menjadikan museum sebagai tujuan tempat wisata.

Mungkin kamu tidak akan merasakan sensasi masuk ke dalam gedung tua, kemudian hanya berjalan dan melihat-lihat koleksi yang ada di museum. Biasa saja memang, tidak kekinian, tidak hits, tidak menyenangkan untuk dikunjungi.

Tapi coba kamu perlahan jalan, menyusuri setiap sudut museum yang ada di Jakarta. Pertama-tama, mungkin kamu akan sedikit menyesuaikan mood untuk membaca papan info atau sekedar mendengarkan tour guide berbicara. Rasanya sama, ketika kamu baru pertama kali bertemu dengan dia yang biasa saja.

Lama kemudian kamu menyusuri setiap sudut museum, perlahan-lahan kamu akan larut dengan suasana museum, kamu mulai membayangkan cerita-cerita kuno jaman penjajahan, mulai merasuk ke dalam bagian peninggalan sejarah. Ini yang akan kamu rasakan ketika sudah mulai jatuh cinta pada dia, kamu akan masuk dan larut dalam pikirannya.

Disini, kamu akan mulai menemukan keunikan dan sesuatu yang belum pernah kamu temukan sebelumnya dijaman millennial sekarang ini. Kamu mulai mengetahui sejarah-sejarah yang pernah ada, kamu merasakan perjuangan-perjuangan pahlawan yang sudah gugur, kamu mulai menghargai peninggalan-peninggalan sejarah.

Terus berjalan, ternyata semakin banyak kisah menarik yang kamu temukan, dan semakin membuat kamu penasaran oleh sisa cerita sejarah itu. Ternyata, berjalan seharian di museum akan membuat kamu merasa menemukan sesuatu yang bermanfaat dan tidak semua orang menemukannya. Berjalan semakin dalam menyusuri lorong setiap museum, kamu semakin dibuat penasaran oleh sisa cerita sejarah yang tersusun rapih di papan info.

Begini rasanya jatuh cinta mengenal dan mengetahui sejarah yang tersisa. Rasanya spesial, hanya kamu yang mau menjelajahi museum dengan segala ceritanya. Kamu mulai banyak memahami sisa-sisa sejarah, mulai mengerti mengapa jatuh cinta itu candu. Semakin kamu masuk dan mengenal, maka kamu akan semakin jatuh cinta.

Mengunjungi museum tidak hanya digunakan sebagai kegiatan wisata saja, tetapi kamu akan mendapatkan ilmu yang bisa kamu ceritakan pada siapa pun nantinya. Tentunya, pengalaman mengunjungi museum menjadi kesenangan tersendiri yang tidak bisa diungkapakan sebelum kamu memulai dan merasakan memasuki lorong waktu dengan berwisata ke museum.

Banyak sekali museum di Jakarta yang bisa membuat kamu jatuh cinta sesaat, salah satunya adalah Museum Taman Prasasti. Museum Taman Prasasti adalah salah satu museum yang terletak di tengah Ibukota. Sebuah museum cagar budaya peninggalan jaman kolonial Belanda ini akan membuat kamu merasakan jatuh cinta pertama kalinya pada museum.

Bagaimana tidak, museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno pada jaman Belanda. Tidak hanya itu, museum ini juga memiliki koleksi kereta jenazah antik di dalamnya.

Selanjutnya, yang bisa membuat kamu jatuh cinta adalah Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Gedung ini adalah satu-satunya saksi mata perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia pada 16-17 Agustus 1945.

Museum ini sedikitnya menceritakan  kejadian Pra Proklamasi hingga pengetikan teks proklamasi pada saat itu. Banyak sekali cerita sejarah yang akan kamu temukan dalam museum ini.

museum proklamasi_2
Ruanga Pertemuan Bung Karno, Bung Hatta, Ahmad Soebardjo dengan Laksamana T. Maeda ( Foto: http://www.masvay.com/2016/08/djelajah-museum-museum-perumusan-naskah.html

Jadi, jatuh cinta memang tidak bisa dihindari dan ditolak. Kamu hanya bisa mengikuti alurnya yang semakin dalam membuat rasa penasaran memuncak hingga kamu jatuh di dalamnya.

Sama seperti kamu memutuskan untuk pergi ke museum. Awalnya memang tidak ada rasa ketertarikan, tapi mulai memasuki gedung museum kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda hingga akhirnya kamu larut pada cerita sisa sejarah yang membuat adiksi untuk terus mencari cerita sejarah lainnya.

Semoga kamu bisa menemukan sesuatu yang berbeda saat kamu mengunjungi museum. Datanglah dan rasakan apa yang akan kamu temukan di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s