Menikmati Waktu Singkat di Kota Gudeg

Lagi-lagi, perjalanan kali ini sama sekali bukan perjalanan yang kami rencanakan sejak berbulan-bulan lalu. Awalnya, saya diajak oleh salah satu teman permainan untuk mengunjungi kerabatnya di Solo, Jawa Tengah. Singkatnya, setelah kunjungan kami ke Solo, kami melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta hanya untuk menghabiskan sisa weekend yang sayang untuk dilewati.

Sebelumnya, kami berangkat dari Jakarta menggunakan kereta api yang diberangkat dari Stasiun Pasar Senen pada sore hari dan tiba di Stasiun Jebres Solo pada tengah malam hari. Setelah teman saya selesai dengan urusannya, kami berpikir untuk menghabiskan weekend di Yogyakarta. Kami diantar menggunakan mobil pribadi dari Solo ke Jogja.

Sampainya di Jogja, kami sudah memiliki beberapa list tempat yang ingin dikunjungi dengan waktu yang sangat singkat. Mulai dari Gumuk Pasir Parangkusumo, Pantai di Gunung Kidul, Taman Pinus, Gelato, Ratu Boko, Taman Sari, Alun-alun Kidul, Angkringan Joss, Sop Pak Min. Tapi sayang, kami hanya bisa mengunjungi beberapa tempat dari list yang kami kantongi.

Hutan Pinus Imogiri Mangunan menjadi tempat pertama yang kami kunjungi saat berada di Jogja. Pohon-pohon yang menjulang tinggi membuat tempat ini terasa begitu asri dan menjadi spot foto yang sangat instagrammable untuk para wisatawan.

Selain memiliki pohon-pohon pinus yang tinggi, hutan ini juga memiliki panggung terbuka yang bisa digunakan untuk acara tertentu. Agar bisa masuk ke dalam kawasan Hutan Pinus Imogiri, kamu hanya akan membayar tiket parikir saja. Untuk parkir motor hanya dipungut biaya Rp 3 ribu, sedangkan mobil Rp 10 ribu dan untuk parkir bis dikenakan biaya sebesar Rp 20 ribu.

imogiri
Hammock di Hutan Pinus Mangunan Imogiri

Melanjutkan perjalanan singkat ini, kami langsung saja menuju ke Candi Ratu Boko untuk menyingkat waktu. Ratu Boko memang sedang menjadi primadona di Yogyakarta setelah tempat ini dijadikan lokasi shooting AADC 2.

Saat itu, kami mengunjungi Candi Ratu Boko pada siang hari dan ini adalah waktu yang sangat tidak direkomendasikan jika ingin menikmati Ratu Boko. Menelisik kembali sejara Candi Ratu Boko, sebenarnya asal tempat ini bukanlah benar-benar sebuah candi melainkan sebuah istana atau keraton. Rerentuhan keraton ini dulunya diyakini sebagai tempat seorang raja Mataram yang bernama Ratu Boko.

Terlepas dari sejarah tersebut, tiket yang dijual agar dapat masuk ke dalam situs sejarah ini cukup mahal kami pikir. Kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp 20 ribu untuk sekedar menikmati sisa-sisa reruntuhan keraton Ratu Boko ini. Di dalamnya sama sekali tidak ada papan info yang menjelaskan letak ataupun sedikit sejarah atau bahkan asal muasal tempat ini.

IMG_9511
Candi Ratu Boko

Jadi, supaya kunjungan kalian tidak sia-sia ke Ratu Boko, baca terlebih dahulu sejarah yang ada karena di sana tidak akan ditemukan papan informasi sejarah. Pemilihan waktu juga menjadi peran penting saat mengunjung Ratu Boko, kamu bisa pergi di pagi atau sore hari sembari menikmati senja di keraton ini.

Jogja saat itu terasa sangat panas dan terik sekali, tapi kami kembali semangat setelah melihat list tempat yang harus dikunjungi selanjutnya adalah Tempo Del Gelato . Yes, waktunya menikmati gelato diteriknya Yogyakarta siang itu.

Tempo Del Gelato ini adalah salah satu tempat yang paling pas untuk menikmati es krim rumahan khas Italia di Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Prawirotaman No. 43. Ternyata tempat ini sudah ramai sebelum kami datang dan hampir saja kami kehabisan karena banyak sekali pengunjung yang datang.

Ada beberapa varian gelato yang ditawarkan seperti rasa buah-buahan dan juga beberapa rasa passion seperti coffee, salted, caramel, coffee caramel, cinnamon, jahe, dan masih banyak lainnya. Untuk harga gelato masih terbilang murah jika dibandingkan dengan rasanya. Ada dua pilihan yang bisa kamu pesan yaitu, ice gelato cone dibandrol dengan harga Rp 25 ribu sedangkan untuk gelato cup Rp 20 ribu ukuran small dengan 2 jenis flavors lalu, Rp 40 ribu untuk cup medium dengan 3 flavors dan ukuran big seharga Rp 65 ribu dengan 4 flavors.

 

Rasanya cukup puas menikmati gelato di tanah jawa yang membuat kami malas untuk segera meninggalkan tempat ini. Mau tidak mau kami harus segera bergegas pergi ke stasiun untuk mengejar kereta sore ini. Keluar dari toko Tempo Del Gelato, kamu akan menemukan beberapa toko post card yang dapat kamu beli untuk menambah koleksi post card kamu. Untuk harga satu post card kisaran Rp 15 ribu – Rp 25 ribu.

Yap, berakhir sudah perjalanan singkat kami selama di Jogja. Tentunya berkeliling Jogja bukan suatu hal yang membosankan terlebih  jika kita pergi bersama orang yang tepat. Jogja selalu memberikan cerita-cerita yang berbeda walau tempat ini sering kali dikunjungi. See until we meet again, Jogja!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: