#MainSebentar: Menunggu Senja di Pantai Pasir Perawan

Pagi itu stasiun masih nampak terlihat sepi dan tenang dari para penumpang. Pukul 05.00 saya sudah berada di Stasiun Tanah Abang untuk menunggu commuter line jurusan Stasiun Angke. Ya, weekend ini saya berencana untuk pergi ke Pulau Pari, Kep. Seribu.

Untuk bisa menyebrang ke Pulau Pari, kita harus terlebih dahulu membeli tiket kapal penyebrangan di Dermaga Muara Angke. Kamu bisa menggunakan transportasi commuter line dengan jurusan Stasiun Angke setelah itu berganti dengan ojek online atau ojek pangkalan.

Tiba di Dermaga Muara Angke, saya langsung mengantri diloket tiket karena memang saat itu ramai sekali dengan para wisatawan yang ingin menyebrang ke beberapa pulau di Kepulauan Seribu. Untuk tiket penyebrangan ke Pulau Pari saat ini dikenakan tarif sebesar Rp 40 ribu setiap orangnya, dan biaya retribusi masuk sebesar Rp 2 ribu saja.

Kapal yang sudah mulai dipenuhi oleh wisatawan mulai berangkat pukul 08.00 WIB. Karena ini bukan pengalaman pertama saya menyebrangi Pulau Seribu sehingga saya lebih memilih untuk tidur disepanjang penyebrangan.

Penyebrangan dari Dermaga Muara Angke hingga Pulau Pari memakan waktu kurang lebih 3 jam dan tepat pukul 11.00 kapal mulai bersandar di dermaga Pulau Pari. Bergegas turun dari kapal, ternyata dua orang teman saya sudah menunggu di dermaga untuk menjemput saya dan mengantarkan ke penginapan.

Siang itu saya hanya menikmati udara pantai sambil bermain hammock di Pantai Bintang. Saya memilih untuk bersantai di Pantai Bintang karena memang tempat ini tidak terlalu ramai oleh pengunjung, selain itu suasana yang sejuk membuat saya betah berlama-lama di pantai ini.

Selain bersantai, di Pantai Bintang ini kamu juga bisa membuat berbagai acara bersama teman-teman atau keluarga, karena memang pantai ini cukup luas dan bersih. Jika kamu seorang backpacker, tempat ini cocok untuk kamu mendirikan tenda. Untuk selalu menjaga kebersihan, kamu akan dikenakan biaya Rp 2 ribu sebelum memasuki Pantai Bintang.

IMG_7761
Pantai Bintang, Pulau Pari

Puas menikmati angin pantai dan bersantai di hammock, saya kembali pulang ke penginapan untuk makan siang yang kemudian dilanjutkan berbincang dengan ke dua teman saya dan pemilik penginapan.

Tidak terasa, obrolan kami sudah memakan waktu hingga pukul 16:00 WIB. Saya langsung bergegas menyiapkan sepeda untuk pergi menikmati sunset di Pantai Pasir Perawan. Ya, Pantai Pasir Perawan ini memang salah satu spot terbaik di Pulau Pari untuk menikmati tenggelamnya matahari.

Pantai Pasir Perawan ini memiliki pasir sangat putih dan air pantai yang tenag. Dipingir pantai  terdapat banyak gazebo untuk kamu bisa menikmati keindahan pantai ini. Tidak hanya itu, jika air pantai sedang suruk, kamu bisa melewati pantai satu ke pantai lainnya dengan berjalan kaki, tapi jika air sedang pasang saat itu, terpaksa kamu akan basah-basahan untuk melewatinya.

Saya hanya duduk-duduk di pinggir pantai untuk menunggu matahari perlahan terbenam. Rasanya teduh, senja mulai terbenam dan saya hanya menikmatinya perlahan.

IMG_8244
Senja di Pantai Pasir Perawan

Saya jadi ingat tentang kutipan senja yang begitu saya suka, mungkin seperti ini  bunyinya, “Ada orang pernah bilang bahwa mengapa senja selalu menyenangkan. Kadang senja itu berwarna hitam, kelam, kadang dia merah merekah. Tapi, langit selalu menerima senja apa adanya”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: