Kopi Kenangan Kamu

Hi, kamu apa kabar? Masih ingat kan kopi kesukaan aku?

Iya, kopi hitam flores favoritku yang dibuat dengan cara french press. Sejak kepergianmu tidak ada lagi kedai kopi yang menarik untuk aku singgahi, bahkan sejak saat itu aku bisa untuk tidak meminum segelas kopi pun. Tapi kali ini ku beranikan diri untuk datang ke kedai kopi itu dan memesan kopi kegemaranku.

Nggak pernah terbayang dipikiranku kalau kedai favorit ini akan menjadi tempat paling asing, bahkan menikmati kopi tanpamu. Ndak papa, kopi ini tetap nikmat walau tanpa cerita dan tatapan matamu.

Jadi ingat, disetiap moodku yang tak beraturan pasti kamu selalu punya jawaban “Ngopi dulu gih”. Tapi saat kopi itu bisa menggantikan air putih yang aku minum, jawabanmu berubah menjadi larangan yang membuatku berhenti seketika ditegukan pertama kopi itu. Dasar kamu!

Datang ke sebuah kedai kopi tanpa kamu bukan suatu hal yang menyenangkan lagi. Tidak ada cerita di meja itu, tidak ada dua gelas kopi yang berbeda, dan tidak akan ada lagi cerita masa depan dalam dua cangkir kopi. Bahkan, kopi hitam yang begitu nikmat sekali pun seketika berubah menjadi air pahit yang tidak menyenangkan untukku.

Kamu tau hal apa yang paling aku senang dari sebuah kopi? Kopi selalu menjadi alasan untuk kita tetap bertatap muka, bukan?

Masih ingat saat kita membuat janji disalah satu halte Transjakarta? Kita bertemu selepas menyelesaikan pekerjaan masing-masing, dan saat itu posisiku yang terlalu lelah karena perjalanan panjang, tiba-tiba kamu menghampiri dan menjulurkan tangan kanan dengan memberikan satu cup es kopi serta kata manis “Nih aku beliin es kopi buat kamu, capek kan?”. Kopi itu bukan dibeli dari kedai favoritku, bukan juga kopi yang terbilang enak, apalagi  kopi mahal. Tapi aku tau, dari kopi itu ada sebuah rasa peduli di dalamnya.

Perlahan, aku mulai lagi berlatih dan bersahabat dengan rasa pahit secangkir kopi hitam tanpa senyuman manis yang selalu menatapku dan harapan kecil disetiap kerutan senyum itu.

Kini aku bisa menikmati lagi pahitnya secangkir kopi hitam.

Terima kasih, berkat kepergian kamu, aku jadi tau bagaimana harus menikmati secangkir kopi tanpa sebuah harapan.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s