Berburu Jajanan Legendaris di Pasar Glodok

Es Kopi Tak Kie

Renca hanya lah rencana, udah beberapa waktu lama pengen banget ke Es Kopi Tak Kie. Sebenernya sempat sekali ke tempat es kopi legendaris ini, ternyata Es Kopi Tak Kie sudah tutup jam 12 siang.

PSX_20180803_171348

 

Es kopi tak kie ini memang menjadi kuliner legendaris di Jakarta, tepatnya Pasar Glodok. Tempat ini berdiri sejak tahun 1927 atau sekitar 91 tahun lalu sudah menyajikan minuman es kopi yang melegenda.

Tidak perlu kaget ketika kamu datang ke tempat ini dan melihat banyak chinese yang memenuhi meja makan saat itu. Kawan Glodok memang banyak dihuni oleh para chinese sejak dulu. Bagi muslim, kamu hanya bisa menikmati minnumannya saja karena makanan yang disediakan semua non halal.

PSX_20180809_180329

PSX_20180803_171510

Soto Tangkar, Pasar Glodok

Maju sedikit dari tempat Es Kopi Tak Kie, kamu akan menemukan seorang kakek pedagang soto tangkar dengan grobak tua. Beliau berjualan dari jam 7 pagi hingga menjelang siang sampai semua soto yang djiual habis oleh pembeli.

Kalau ditanya nama soto tangkar ini, sebenernya gak ada namanya sih haha

PSX_20180803_171636

PSX_20180810_094832

Advertisements

Pizza Place: “A Slice of Heaven”

Setelah berselancar di Instagram, nggak sengaja nemuin post seorang hijab designer ternama Indonesia. Dalam postnya dimemegang saru slice pizza besar yang akan segera masuk ke dalam mulutnya. Sepertinya memang terlihat lezat dan ditambah caption yang begitu meyakinkan bahwa salah satu tempat menjual pizza ini menjadi toko pizaa paling enak di Jakarta.

Pizza apa sih? Berada di kawasan Kemang Timur, Pizza Place kini menjadi tempat paking dicari oleh para pencinta pizza di Jakarta.  Toko pizza ini hanya mejual pizza dalam potongan slice saja. Walaupun hanya satu slice yang dijual, tetapi ukuran pizza ini akan membuat kamu kenyang banget sih.

IMG_2255

Pizza place sendiri terkenal sebagai salah satu pioneer a true New York Pizza di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan. Toko ini tidak memiliki tempat yang besar seperti penjual pizza lainnya, hanya dapur kecil dan meja bar saja yang tersedia di Pizza Place. Walau hanya berukuran kecil, toko yang berada di pojok gedung Como Park ini selalu ramai dikunjungi para peminatnya.

Untuk interiornya sendiri memang Pizza Place berkiblat pada toko-toko pizza yang berada di New York. Lucunya lagi, disepanjang dinding toko dihiasi dengan piring kertas yang digunakan sebagai wadah pizza

a50c1368-2d38-4bcd-ae08-f6e5ce3f3578

Buat rasa pizzanya?

Hmm.. kalo masalah rasa sih ya gak perlu diragukan deh. If you craving for pizza, you should come to this place.

 

Pizza Place
Commo Park
Jl. Kemang Timur No.998, RT.1/RW.3, Bangka, Mampang Prpt
Kota Jakarta Selatan, Jakarta 12730

Marufuku Authentic Japanese Restaurant at Little Tokyo, Jakarta

Craving for japanese food? Don’t worry, I have the right answer for you, it’s Marufuku Japanese Restaurant. Marufuku located in Melawai, South Jakarta inside from Blok M Square near from Boutique Hotel. This area is called Little Tokyo and you will find a lot of Japanese restaurants and one of them is Marufuku.

20180721_212623
Gyoza
20180721_213926
Curry Rice
20180721_212406
Aburi Salmon Roll with Avocado

What about the ambience inside the restaurant? When you open the door, you will feel closely like in Japan.  It was cozy and authentic décor like the original Japanese Restaurant. But, I forgot to take pictures of the room.

20180721_214001

20180721_211800

 

Address:

Marufuku
Jalan Melawai 6 No.11, Blok M
Kebayoran Baru,  Jakarta Selatan,
Jakarta 12160

Website
http://marufukujakarta.com/

 

Gunung Sumbing via Kaliangkrik

Tulisan ini saya dedikasikan kepada rasa rindu terhadap pendakian yang sudah hampir 10 bulan tidak pernah mendaki kembali hehe (lebay).

Tepat pertengahan Agustus tahun lalu menjadi pendakian terakhir dalam 2017, Gunung Sumbing menutup pendakian dengan pemandangan yang luar biasa tentunya. Berangkat dari Jakarta bersama ke dua teman lelaki yaitu Mas Roni dan Mas Dindin sebagai partner baru saya.

IMG_6800

Kami berangkat dari Stasiun Pasar Senen menggunakan KA Kertajaya yang berakhir di Stasiun Semarang Tawang tepat pukul 21:00 WIB. Setibanya di Stasiun Semarang Tawang, kami sudah dijemput oleh beberapa rekan Mas Roni yang berada di Semarang dan kami pun bermalam di kampung halaman Mas Roni di Boyolali. Boyolali memang selalu menjadi tempat persinggahan kami jika ingin mendaki gunung yang berada di Jawa Tengah, karena memang Mas Roni aseli Boyolali.

Kami mulai berangkat dari Boyolali sekitar pukul 09:00 WIB dengan rencana mendaki Gunung Sumbing via Kaliangkrik. Baru kami tiba di basecamp Kaliangkring udara sudah sangat dingin sekali di sana. Seperti biasa kami melakukan simaksi dan packing ulang sebelum pendakian dimulai. Tepat setelah ba’da zuhur, kami memulai pendakian Gunung Sumbing via Kaliangkrik dengan jumlah personil 3 orang yaitu saya, Mas Roni dan Mas Dindin, kegembiraan menyelimuti perjalanan kami.

IMG_6829

Jalur hutan terbuka menjadi ciri khas dari Gunung Sumbing sendiri, dari  basecamp hingga tempat mendirikan tenda, kalian dapat memandangi setiap kelok dan jalan menuju puncak. Tidak hanya hutan terbuka, tanah dan debu juga mendominasi perjalanan kali ini pada musim panas di Gunung Sumbing.

Gunung Sumbing juga tidak memiliki area camping yang cukup luas, alhamdulilah ketika kami datang ada satu rombongan pendaki yang hendak turun. Segera kami mendirikan tenda dan membersihkan diri dari debu yang menempel keseluruh tubuh kami. Panas dan debu yang  luar biasa menjadi tantangan pendakian di Gunung Sumbing.

Tidak lama tenda berdiri, gerimis pun mulai turun tapi hanya beberapa menit saja dan awan kembali cerah. Kami mulai mengeluarkan alat masak dan logistik yang telah disiapkan, sedikit lupa waktu itu kami memasak apa hehe.

Sekitar pukul 04.00 pagi kami memulai summit. Eh iya gus, biasakan sarapan atau mengisi perut sebelum melakukan summit, itu hal yang sangat penting. Selain menambah tenaga, sarapan sebelum summit juga dapat menghindari dari masuk angin lho.

Karena jenis track Gunung Sumbing ini adalah hutan terbuka dan jarang terdapat pohon yang tinggi, sehingga membuat angin begitu kencang diarea yang semakin tinggi. Begitu, sesampainya di pos 4, suara angin sangat terasa dan terdengar kencang hembusannya. Di pos 4 ini sama sekali tidak ada pohon tinggi, hanya lahan yang sedikit luas untuk mendirikan tenda, dan kami memutuskan beristirahat sejenak di pos 4.

Saya mulai membuka daypack yang isinya adalah beberapa snack, air minum, susu kental manis dan roti tawar. Roti tawar yang dioles susu kental manis rasanya begitu nikmat untuk mengganjal perut yang keroncongan. Apa pun makanannya minumnya teh botol sosro, eh bukan maksudnya, apa pun makanannya selama itu di gunung akan terasa nikmat hehe.

Selesai beristirahat, kami mulai melanjutkan perjalanan ke puncak. Alhamdulilah, perjalanan kami tidak dipenuhi pendaki, sehingga track dan gunung serasa miliki sendiri. Selama perjalanan setelah meninggalkan pos 4, tak sering saya menengok ke belakang karena pemandangan yang sungguh luar biasa. Ditambah, saat itu cuaca sangat cerah dan awan pun terlihat begitu cantik.

Semangat terus dan semangat, mengantarkan saya dan ke dua rekan saya Mas Roni dan Dindin sampai di puncak sejati Gunung Sumbing. Kami meregangkan kaki terlebih dahulu sebelum puas mengambil foto di atas puncak. FYI, hanya ada 3 rombongan saat itu di atas puncak termasuk rombongan saya dan semua pendaki berasal dari Jakarta haha.

Menikmati keindahan puncak Sumbing yang begitu cerah dan cantik, kami mulai berjabat tangan dan menyapa pendaki lainnya. Kami termasuk para pendaki yang beruntung saat itu karena cuaca yang sangat cerah dan sepi dari pendaki lainnya.

Luar biasa, aku seneng banget sih bisa dapet kesempatan menginjakan kaki di puncak sejati Gunung Sumbing dengan pemandangan yang terlalu indah ini. Sudah di atas tentu saya tidak ingin menyia-nyiakan moment yang ada. Menatap ke semua sisi puncak, memotret setiap sudut keindahan yang ada.

Sebelum turun kami menyempatkan membuat video bersama pendaki lainnya yaitu ucapan Hari Kemerdekaan Indonesia, karena saat itu bertepatan dengan momentum kemerdekaan RI.

Sampai saat ini Gunung Sumbing masih menempati posisi terfavorit dihati saya, kalo kamu?

Blog at WordPress.com.

Up ↑