Numpang Gaul di 1/15 Coffee Menteng

Kalian tau gak tempat ngopi yang enak dikawasan Jakarta Pusat? Hmm lebih tepatnya di Thamrin dan sekitarnya hehe.

Kenapa harus daerah Thamrin? Ya karena kantor memang di daerah Thamrin dan kita pengen cari tempat nongkrong yang gak terlalu jauh. Pasti kalian tau sendiri gimana macetnya kawasan Thamrin saat pulang jam kantor.

Di kawasan Thamrin memang sebenernya buanyaak banget tempat nongkrong sih, tapi sebagian besar itu ada di dalam Mall dan saya beserta teman lainnya mencari kafe di luar Mall. Kenapa? Bosan sih, dan kebetulan saat itu mall dikawasan Pusat memang sedang ramai karena ada beberapa diskon  menjelang Ramadan.

Waktu itu kita udah mau ke Tanamera Office Park Thamrin, kebetulan samping-sampingan dengan kantor kami dan Tanamera juga salah satu kopi favorit saya banget. Tapiiii, Tanamera di Thamrin hanya beroperasi hingga pukul 20.00 pm saja, huuu kecewa kecewaaaa. Dan masih ada beberapa kafe dikawasan Menteng dan Cikini, tapi kita juga lagi gak pengen yang jauh-jauh.

 

Hmm sampai akhirnya cari cari cari dan jodoh sih memang, akhirnya nemu di zomato 1/15 Coffee Menteng. Awalnya agak kaget kok ada 1/15 di Menteng, karena setau saya coffee shop tersebut hanya ada di Gandaria. Langsung deh cari di Google Maps dan ternyata tempatnya deket banget dari kantor bisa jalan kaki.

1/15 Coffee Menteng beralamat di Jl. Dr. Kusuma Atmaja, lebih jelasnya kafe ini berada di samping Graha Mandiri yang di Jl. Imam Bonjol . Saya dan teman sepakat berjalan kaki dari kantor ke kafe ini. Kalo disuruh pilih store 1/115 Coffee Menteng atau Gandaria, jelas saya akan  memilih 1/15 Coffee Menteng. Kenapa? Mungkin karena yang datang ke kafe ini adalah orang-orang kantoran sekitar kawasan Thamrin sehingga kafe ini gak berisik atau rusuh kayak kafe yang isinya banyak anak gaul jaman sekarang.

Advertisements

Diskusi Kopi: Tempat Paling Pas Buat Ngobrol Sambil Ngopi

Sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu saya bergabung menjadi salah satu voulenter di Kitong Bisa. Oh iya Kitong Bisa ini adalah organisasi non profit yang concern sekali terhadap pendidikan anak-anak di Indonesia Timur.

Singkat cerita, saya diundang untuk menghadiri meeting divisi Marketing Kitong Bisa. Saya bertemu disebuah cafe di Jl. Halimun Raya No. 11b. Kafe yang memiliki 3 lantai serta menyediakan tempat outdoor ini cukup menarik perhatiaan saya. Tempat yang cukup luas, nyaman dan tentunya tenang ini sering digunakan untuk acara meeting.

Saya coba memesan kopi dengan metode V60 dan bean dari Papua (sebenarnya saya lebih suka beans dari Flores). Kalau ditanya enak atau tidak, ya enak sih dan harganya terhitung murah untuk secangkir kopi manual brewed. Selain kopi, saya juga memesan brwonies coklat yang rasanya juga enak. Untuk harga satu slice brownies di Diskusi Kopi hanya 10k saja guys hehe, cocok disandingkan dengan kopi hitam tanpa gula.

IMG_0525

Suasan yang tenang, kopi panas yang nikmat memang membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Diskusi Kopi. Tempat ini memang cocok banget buat kamu yang mencari suasana tenang untuk mengerjakan tugas atau meeting atau bahkan hanya sekedar ngobrol manja dengan pasangan.

IMG_0523

Jadi memang Diskusi Kopi ini menjadi tempat favorit Kitong Bisa untuk mengadakan pertemuan. Selain kafe, ternyata di lantai atas ruko ini adalah ruangan meeting yang disewakan. Biasanya ruangan-ruangan tersebut digunakan untuk acara workshop, meeting dan acara lainnya.

Dari situ lah saya memang beberapa kali sering datang ke Diskusi Kopi.

Diskusi Kopi

https://diskusikopi.com
Jl. Halimun No 11B
Guntur, Setiabudi – Jakarta Selatan

Jam Buka:
Senin-Minggu 09.00 am- 10.00 pm

Menginap di Villa Mewah ala Plataran Puncak

Siapa nih yang kalo weekend pengennya jalan ke Puncak? Kamu? Kalo memang kamu, apa sih alasannya seneng banget menghabiskan weekend di Puncak? Selain jarak tempuh yang dekat dari Jakarta, apa ada alasan lain?

Saya sendiri tidak pernah membanyangkan akan mendapatkan liburan singkat yang mengesankan di Puncak. Karena apa? Ya cuma gitu-gitu aja sih. Sebenarnya ada beberapa tempat wisata yang gak gitu-gitu aja bagi anak muda kayak kita gini hehe. Misal, yang belum pernah ke Taman Safari kayak saya ini bisa jadi tujuan utama, atau berkuda di kebun teh di Gunung Mas dan bermain paralayang di Bukit Gantole Puncak.

Kunjungan saya ke puncak kali ini membuat pengalaman ke puncak begitu indah dan mengesankan. Kenapa? Dari sekian banyak villa yang saya tempati, baru kali ini saya tidak ingin kembali pulang ke Jakarta alias betah.

IMG_1783

Villa Puncak by Plataran menjadi pilihan saya dan rekan lainnya untuk bermalam di Puncak. Kenapa kami pilih Villa Puncak by Plataran? Berhubung kami akan pergi bersama beberapa balita dan bayi yang baru lahir 1 bulan, kami memutuskan untuk mencari penginapan yang sangat friendly dan nyaman.

Villa Puncak by Plataran ini berada di Jalan Raya Puncak KM 84, posisinya ada disebelah kiri dari arah Jakarta. Mungkin akan sedikit sulit menemukan jalan masuk ke dalam villa karena papan penunjuk villa sangat kecil.

Ternyata, jalan masuk menuju villa ini satu jalan dengan The Grand Hill Resort and Hotel. Kalian hanya mengikuti jalan saja terus ke arah Plataran Puncak. Semakin ke dalam, ternyata jalanan semakin berkelok dan diapit oleh pohon-pohon besar disepanjang jalan menuju villa. Kesan alami dan private tentunya menjadi salah satu khas Villa Puncak by Plataran.

Yay, here we go! Anandita Villa is one of five villas by Plataran. Villa Anandita adalah salah satu villa besar yang dimiliki Plataran Puncak, villa ini juga memiliki private pool yang asri dan lucu. Selain itu, villa ini memiliki 5 kamar, 4 kamar mandi, ruang tv, ruang makan, dapur, ruang keluarga, dan outdoor teras.


Saya dan teman-teman sangat menikmati sekali liburan kami kali ini. Semua yang kami butuhkan tersedia di Villa Anandita. Spot paling favorit dari kami adalah dapur, kenapa dapur? Dapur di Villa Anandita itu sangat luas, lengkap dengan segala prabotan dapur dan terdapat semacam mini bar yang selalu kami gunakan untuk bergosip hehe.

Untuk harga yang ditawarkan memang cukup sebanding dengan apa yang diberikan oleh Villa Puncak by Plataran ini. Seperti kata kiasan, ada rupa ada harga. Villa ini memang sangat memang menjual kenyamanan, mulai dari lokasi, kebersihan, keindahan dan semua hal dari gaya villa ini.

This villa is really recommeded who will bring the family to staycation in Puncak.

#MainSebentar: Sehari Menikmati Keindahan Sawarna

#MainSebentar kali ini disponsori oleh teman seperjalanan saya ketika kami bertemu ditrip Pulau Pahawang. Ini adalah hal yang saya suka, salah satu keuntungan traveling itu bisa nambah temen dimana saja dan kapan saja.

Mba Schinta, dia dulunya memang stranger untuk saya, tapi tidak dalam perjalanan kali ini. Tiba-tiba, dia menelpon saya pada Kamis malam dan Mba Shcinta langsung mengajak saya pergi ke Sawarna. Sebenarnya kami pergi ke Sawarna karena salah satu teman Mba Schinta asli orang Bayah, yang daerahnya tidak terlalu jauh dari Sawarna, dan dengan  murah hati saya menerima tawaran Mba Schinta tanpa memikirkan apa pun hehe.

Perjalanan ini diikuti oleh 5 orang, saya, Mba Schinta, Bang Jodi, Bang Ade dan supir yang mengantarkan kami. Berangkat Jumat malam pukul 21:00 dari daerah Kuningan dan kami menjemput Bang Ade  terlebih dahulu di Cawang, karena rumah Bang Ade ini lah yang akan menjadi tempat kami menginap.

Sekitar pukul 3 pagi atau 4 (lupa) kami tiba di Bayah, di kampung halaman Bang Ade. Kami melanjutkan isrtirahat hingga pukul 07.00 pagi. Ah udara pedesaan yang sungguh-sungguh menyegarkan sekali di Bayah pagi itu. Saya. Mba Schinta, Bang Jodi dan Bang Ade bergegas bersiap-siap untuk membuka track ke air terjun yang berada tidak jauh dari kampung tersebut.

Ini kali pertama tracking menggunakan sandal jepit untuk bisa melihat air terjun yang berada di belakang desa. Kami melewati perkampungan warga, kebun, sawah dan sedikit masuk hutan untuk menemukan air terjun yang tersembunyi dibalik pepohon.

Gilaak! Ini sih bener air terjun yang masih perawan banget, karena cuma penduduk sekitar saja yang datang ke air terjun ini, berasa punya air terjun private hehe. Gak mau menyia-nyiakan waktu, kita langsung nyebur buat ngerasain segernya air terjun yang entah apa namanya itu.

Setelah puas menikmati air terjun dengan kesegaran udara disekitar air terjun, kami kembali ke rumah Bang Ade. Benar saja, sesampainya di rumah, Ibunda Bang Ade sudah menyiapkan sarapan yang sederhana tetapi rasanya sungguh nikmat. Selesai sarapan kami bergegas merapihkan diri untuk segera melanjutkan perjalanan ke Pantai Sawarna.

Cuaca yang terik selama perjalanan membuat kami memutuskan untuk beristirahat sebentar disebuah warung dan melihat keindahan Pantai Sawarna dari kejauhan. Wah spot yang kami pilih memang tidak salah, rasanya kami tidak sabar ingin segera menikmati keindahan langsung Pantai Sawarna dari kedekatan.

IMG_6241
A beach, the best place to relax

Sekitar kurang lebih 50 menit perjalanan dari rumah Bang Ade dan kami sempat berhenti cukup lama di warung, akhirnya kami tiba di Pantai Sawarna menjelang sore. Kami langsung mencari spot untuk menikmati Pantai Sawarna dan tentunya ditemani dengan es kelapa yang segar.

Cuaca yang sangat cerah mendukung perjalanan kami kali ini. Menikmati udara sore hari dan berfoto ria menjadi kegiatan kami selama di Pantai Sawarna.

Setelah puas menikmati Pantai Sawarma, kami memutuskan untk menunggu terbenamnya matahari di Pantai Tanjung Layar yang lokasinya tidak jauh dari Pantai Sawarna. Pantai Tanjung Layar memang terkenal dengan sunsetnya yang begitu cantik. Dari Pantai Sawarna menuju Pantai Tanjung Layar hanya berjarak kurang lebih sekitar 1 km dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki saja.

IMG_6461
Menunggu senja di Pantai Tanjung Layar
IMG_6360
Sunset di Pantai Tanjung Layar

Puas menikmati Pantai Sawarna dan senja di Pantai Tanjung Layar, kami harus segera kembali ke rumah Bang Ade untuk makan malam bersama.

Ada beberapa saran dari saya ketika ingin mengunjungi Pantai Sawarna, yang pertama jika kamu ingin menikmati setiap sudut keindahan Pantai Sawarna, pastikan kamu tidak pergi pada saat long weekend atau hari libur nasional. Ke dua, sore hari adalah waktu yang pas untuk menikmati angin dan suasana pantai yang sejuk di Pantai Sawarna, setelah itu kamu juga bisa langsung berburu sunset cantik di Pantai Tanjung Layar.

Nggak perlu jauh-jauh atau repot kalo kamu ingin melepas penat di weekend, #MainSebentar saja di Pantai Sawarna.

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑