Pertama Kali Mendaki? Yuk ke Gunung Andong

Pasalnya , saat ini kegiatan alam mendaki gunung sedang menempati masa kejayaannya. Para pendaki senior sebelumnya berhasil mengembangkan dan memperkenalkan gunung-gunung dan kegiatan positif ini keberbagai banyak orang.

Untuk kamu yang baru pertama kali ingin  mencoba mendaki gunung atau bahkan masih terbilang pemula dalam hal pendakian, tidak ada salahnya untuk mencoba gunung yang satu ini. Gunung yang terletak di Kabupaten Magelang di antara Ngablak, Tlogorjo dan Grabag memiliki ketinggian 1.726 meter di atas permukaan laut. Ya, Gunung Andong.

Gunung Andong adalah salah satu gunung yang wajib kamu coba. Track gunung ini tidak begitu curam dan juga tidak terlalu datar. Untuk mencapai puncak, kamu hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam saja. Wah waktu yang singkat bukan?

IMG_5035

Tidak hanya tracknya saja  yang bersahabat, pemandangan yang diberikan gunung ini juga tidak kalah dari gunung tinggi lainnya yang ada di Indonesia.  Pada pos 1 kamu sudah akan memasuki jalur dengan pemandangan hutan pinus yang rindang dan indah.

Sesampainya di puncak, kamu bisa menikmati pemandangan yang berbeda-beda. Kenapa berbeda? Malam hari, kamu bisa menikmati indahnya Kota Magelang dari atas puncak, kemudian  paginya kamu bisa menikmati sunrise dan keindahan Gunung Merbabu yang bersebrangan persis dengan Puncak Andong.

 

Lengkap bukan? Paket lengkap ini memang menjadi alasan tersendiri untuk saya mendaki Gunung Andong. Kamu?

Advertisements

Terima Kasih Atap Jawa Tengah

Pada akhirnya kami memutuskan untuk mendaki sebuah gunung dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut. Sebuah gunung berapi yang terletak di Pulau Jawa, di antara 5 kabupaten yaitu Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Kabupaten Pemalang adalah Gunung Slamet.

Saya dan 3 teman pendakian melakukan pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Dari Jakarta kami menggunakan kereta api Serayu yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen dan berakhir di Stasiun Purwokerto.

IMG_2611
Stasiun Pasar Senen, Jakarta

Sampai di Staisun Purwokerto kami lanjut menggunakan pick up yang sudah dipesan jauh-jauh hari untuk menjemput kami dari stasiun ke basecamp pendakian. FYI, kami dikenakan harga 250ribu untuk penjemputan hingga basecamp bambangan, untuk kontak yang dapat dihubungi bisa langsung sms atau telepon ke 085747790561.

DCIM100MEDIA

Tiba di basecamp bambangan kami langsung beristirahat dan menikmati makanan yang ada di basecamp dan melakukan packing ulang pendakian. Tepat pukul 1 siang kami memulai pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Sebelum melakukan pendakian disetiap gunung, saya selalu mencari informasi terkait gunung yang akan dituju, begitupun dengan Gunung Slamet.

Informasi yang saya dapatkan mengenai track dan jalur Gunung Slamet via Bambangan adalah tracknya yang tidak pernah landai artinya nanjak terus gan. Dari basecamp sampai pos 1 pondok gembirung  kami tempuh dengan waktu 2 jam perjalanan. Nggak perlu takut kelaparan atau kehabisan logistik, karena di Gunung Slamet ini kalian akan menemukan pedagang di atas gunung, mulai dari  pos 1 hingga pos 5.

 

IMG_2630
Pos 1, Gunung Slamet

Setelah beristirahat kurang lebih 10 menit di pos 1, kami melanjutkan perjalanan ke pos 2. Menuju pos 2 Pondok Walang, track pendakian makin sulit dan menanjak, jalur pendakian sudah mulai memasuki kawasan hutan. Kami menempuh waktu 2 jam untuk bisa sampai di pos 2 dan kami pun memutuskan untuk bermalam di pos 2 karena cuaca saat itu sudah mulai gerimis.

IMG_2637

Benar saja, setelah tenda kami berdiri dengan tegak hujan pun mulai turun. Kami menikmati hujan malam itu dengan menyantap makanan yang dibuat oleh salah satu teman pendakian. Malam mulai larut dan kami pun beristirahat mempersiapkan fisik  untuk summit dini hari.

Kami memulai summit pada pukul 03.00 dini hari dengan udara yang sangat dingin serta track yang terus menanjak.

IMG_2761
Summit Track, Gunung Slamet

Singkat cerita, pukul 13.30 siang kami tida di pelawangan. Kok lama? Waktu yang cukup lama memang dari beberapa gunung yang pernah saya datangi. Kami sampai puncak sekitar pukul 17.00, saat ini hanya rombongan kami saja yang berada di atas puncak Slamet. Entah apa lagi yang harus saya ucapkan, perjalanan panjang dan sulit akhirnya terbayarkan semua dengan pemandangan yang diberikan di atas puncak Slamet. Sungguh Tuhan maha kuasa.

IMG_2754

Tidak lama berada di atas puncak, kami langsung memutuskan segera turun karena kabut sudah mulai tebal dan angin semakin kencang. Perjalanan kembali pun tidak luput dari track yang sulit dan keadaan kami yang sudah terlalu lelah.

Sampai akhirnya, kami sampai di pos 5 pukul 20.00 dan memutuskan untuk bermalah di shelter karena melihat kondisi badan yang sudah tidak bisa melanjutkan hingga pos 2. Di sini lah ujian kekebalan dingin kami dicoba. Bayangkan saja, saat itu sedang purnama di puncak Slamet dan kami tidur hanya beralasakn tiker serta berselimutkan jaket saja.

Pagi, pukul 7 kami meninggalkan pos 5 dan kembali ke tenda di pos 2. Sampai di pos 2 kami hanya beristirahat sejenak lalu melanjutkan packing untuk turun kembali.

Sampai akhirnya kami sampai kembali di basecamp dan melajutkan perjalanan ke obyek wisata Pemandian Air Panas Guci.

IMG_2669
Terima kasih Atap Jawa Tengah. See you!

Gunung Slamet memberikan banyak pelajaran dan kenangan pada kami, dan kami akan kembali dengan formasi yang sama melalui jalur yang berbeda. See you Slamet, thank you for the incredible journey.

 

 

Kalibiru, Primadona Baru dari Jogja

Berawal dari perbincangan pagi hari bersama seorang teman, akhirnya kami memutuskan untuk memilih Yogyakarta sebagai tempat pelarian trip kami. Yoygakarta memang kota dengan seribu macam tempat wisata, dari mulai kuliner, city tour,  sejarah hingga wisata alam tersedia disana. Wisata alam menjadi pilihan kami untuk mengexplore Kota Gudeg ini.

Kami menginap di daerah Malioboro kawasan Jalan Sosrowijayan, sepanjang jalan ini memang banyak sekali hotel-hotel murah ala backpacker. Salah satunya adalah Indonesia Hotel tempat dimana kami menginap. Untuk ala backpacker kami memilih kamar ekonomis dengan harga Rp. 90.000/malam, dan jangan pernah membayangkan kesan modern dalam hotel ini, karna hotel ini memang terlihat sangat sederhana. Murah bukan berarti pelayanan tidak baik, terbukti Pak Anto adalah pemiliki Indonesia Hotel yang sangat ramah.

Kami sudah membuat beberapa list tempat wisata alam yang akan di kunjungi, dan Kalibiru pun menjadi tempat wisata alam pertama kami.

Kalibiru yang terletak di sebelah barat Yogyakarta, tepat di Desa Hargowilis Kecamatan Kokap Kulonprogo. Pukul 06.00 WIB kami memulai perjalanan dari Malioboro dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam. Untuk jalur menuju Kalibiru kamu dapat melewati arah Jogja-Godean-Wates-Waduk Sermo atau Jogja-Godean-Sentolo-Waduk Sermo dan kamu akan menemukan papan penunjuk arah ke Kalibiru.

Kalibiru merupakan salah satu wisata yang dikelola oleh masyarakat sekitar, ada beberapa fasilatas yang disediakan seperti Camping Ground, Outbond, Homestay dan Gardu Pandang di atas pohon untuk menikmati keindahan bukit Menoreh dan Waduk Sermo. Obyek wisata yang baru-baru ini popular karena spot foto yang sangat indah dan terlihat sedikit menantang, sebab kamu  harus menaiki tangga untuk dapat berfoto di atas menara pandang tersebut.

Untuk dapat menikmati kawasan Kalibiru, saya sangat menyarankan kalian untuk datang di pagi hari, supaya tidak mengantri untuk sekedar berfoto di atas gardu pandang tersebut. Wisatawan hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 5.000/orang, sedangkan untuk tarif parkir motor sebesar Rp. 2.000 ,  mobil Rp. 5.000 dan untuk tiket spot foto gardu pandang, kamu hanya cukup membayar Rp. 10.000/orang .

IMG_7964
Kalibiru, Jogja

Jika wisatawan berkunjung di pagi hari maka kamu akan melihat pemandangan Waduk Sermo yang berselimutkan kabut, jika berkunjung di sore hari maka pemandangan senja yang terbenam sempurna akan menentramkan hati kamu.

Kalibiru salah satu wisata alam yang saat ini sedang menjadi primadona di Yogyakarta, jadi sangat disayangkan sekali jika kamu datang ke Jogja dan tidak menyempatkan datang untuk bercengkrama dengan indahnya pemandangan Bukit Menoreh dan Waduk Sermo yang dinikmati dari gardu pandang di atas pohon. Ayok Njogja!

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑