Spiegel Bar & Bistro, Gedung Antik Nan Romantis ala Eropa di Kota Lama

Gedung yang didirikan pada tahun 1895 nyatanya kini masih berdiri kokoh dengan segala kharismatik serta kesan kuno yang tidak pernah luntur. Gedung yang sangat kental dengan nuansa Eropanya ini membuat siapa pun yang berkunjung akan lupa bahwa gedung ini berdiri di tanah Jawa tepatnya di kawasan Kota Lama Semarang.

Menghabiskan weekend di Semarang memang suatu hal yang menyenangkan bagi saya. Jarak yang ditempuh dari Ibukota menuju Semarang juga masih terbilang singkat, karena jika kamu menggunakan kereta api hanya memakan waktu sekitar 6 jam saja.

Spigel Bar & Bistro berada persis di samping Gereja Belenduk dan Semarang Art Gallery. Kesan mewah nampak terlihat dari susunan botol wine dan meja yang tertata rapih dari beningnya kaca gedung ini. Dengan segala rasa penasaran saya, akhirnya memutuskan untuk singgah sebentar di bistro ini.

IMG_3583
Spiegel Bar & Bistro, Semarang

Spigel Bar & Bistro terletak di sebelah timur Gereja Belenduk tepatnya di Jl. Letjen Suprapto Kota Lama Semarang. Bar ini berdiri dibangunan dengan usia lebih dari 120 tahun, dan bar ini juga  menawarkan sajian menu western di dalamnya.

IMG_3599
Spiegel Bar & Bistro, Semarang

Peniliaian yang salah terhadap harga makanan dan minuman di bistro ini. Ternyata harga masih sangat terjangkau jika dibandingkan dengan kafe atau restoran yang berada di Semarang. Untuk rasa tidak perlu diragukan lagi, bistro ini tidak kalah dengan bar-bar yang berada di Jakarta.

Jangan sampai melewatkan tempat ini ketika kamu memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Semarang.

Spiegel Bar & Bistro

Jalan Letnan Jenderal Suprapto No. 34, Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah 50174

10 AM – 12 AM

(024) 3580049

Instagram: @spiegelbistro

Advertisements

Menikmati Cantiknya Sunrise di Atas Gunung Ungaran

Gunung yang memiliki ketinggian 2.050 mdpl ini sangat cocok untuk pendaki pemula. Walau gunung ini tidak terlalu tinggi tetapi medan yang dimiliki tidak bisa diremehkan begitu saja.

Gunung Ungaran  terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki beberapa jalur yang bisa kamu lewati, yaitu Jalur Pendakian via Gedong Songo, via Promasan dan yang paling favorit adalah Jalur Pendakian via Jimbaran atau  yang dikenal dengan basecamp mawar.

Saya dan ketiga rekan saya memulai pendakian melalui basecamp mawar. Sebelum kami sampai di basecamp, kami melewati Kawasan Umbul Sido Mukti yang padat pengunjungnya saat itu dikarenakan musim libur lebaran.

Sampainya kami di basecamp mawar, seperti biasa kami melakukan packing ulang dan mengecek semua perlengkapan yang akan kami bawa ke atas.

IMG_4531
Basecamp Mawar, Gunung Ungaran

Sebagai awal pendakian, trek yang akan kalian temukan masih cukup ringan, trek terbuka dan tidak terlalu menanjak. Pos 1 tidak memiliki tempat yang terlalu besar dan hanya menggunakan seng sebagai penutup pos ini. Kalian akan menemukan pos ini di sebelah kiri jalur pendakian.

Melanjutkan perjalanan dari pos 1 menuju pos 2, trek yang akan dilewati masih sama yaitu lereng gunung yang masih bersahabat. Dari pos 2, kami mulai mempercepat langkah kami untuk segera mendirikan tenda.

Dari pos 3 kami memutuskan untuk tidak melewati jalur kebun teh karena jalurnya yang memutar dan jauh. Akhirnya kami melalui trek hutan yang cukup lembab dan jalur mulai menanjak.

Ternyata setelah memasuki hutan yang cukup lembab dan trek mulai menanjak, ini lah trek sesungguhnya Gunung Ungaran. Kalian akan disuguhkan jalur pendakian yang cukup terjal dan menanjak dengan keadaan hutan terbuka.

Bebatuan besar dan trek yang terus menanjak akan mendominasi perjalanan kalian menuju puncak ungaran.

IMG_4574
Jalur mulai menanjak dan bebatuan besar

Kami mendirikikan tenda di camp area yang tidak jauh dari puncak yang biasa digunakan untuk camp. Gunung ungaran ini memiliki tiga puncak yaitu Puncak Gendol, Puncak Botak dan Puncak Ungaran dengan ketinggian 2.050 mdpl.

IMG_4592
Tugu Puncak Ungaran

Dari camp area, kami sedikit menanjak untuk mencari spot sunrise terbaik di Ungaran. Betul saja, tidak lama kami jalan, kami menemukan spot  yang bagus untuk menikmati sunrise Ungaran yang saat itu bersinar sempurnah secara perlahan.

IMG_5086
Sunriseeeeeee yay

IMG_5073

Thank you Ungaran for the beautiful sunrise! Love it

Curug Lawe, Keindahan Tersembunyi di Lereng Gunung Ungaran

Curug yang berada di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Semarang ini dikenal dengan Curug lawe yang artinya air jatuh dari tebing curam dan terlihat bagai benang-benag putih dalam bahasa jawa disebut lawe.  Berjarak 12 km dari Kota Semarang, keindahan curug ini tidak akan mengecewakan perjuangan kamu untuk mencapainya.

Untuk mencapai Curug yang sedang Hits di Semarang ini, saya memulai perjalanan dari Simpang Lima dengan menggunakan BRT Trans Semarang Koridor II, kemudian kita harus transit di Balai Kota dan melanjutkan BRT tujuan akhir Terminal Sisemut. kamu jangan pernah membayangkan Bis yang digunakan untuk Trans Semarang ini sama dengan Bis TransJakarta, karena ukuran BRT Trans Semarang ini jauh lebih kecil dari TransJakarta. Sesampainya di Terminal Sisemut, saya melanjutkan perjalanan dengan Elf  menuju Desa Kalisidi dengan tariff Rp. 4000 , supir akan menurunkan kita di gerbang Desa Kalisidi jika kita memberitahu sebelumnya. Dari gerbang Desa Kalisidi menuju pintu gerbang Curug Lawe memang jauh dengan jalanan yang berkelok dan menanjak. Karena waktu sudah terlalu siang, saya memutuskan untuk menggunakan jasa Ojek untuk sampai ke pintu masuk Curug Lawe, harga sewa ojek sekitar Rp. 25.000 – Rp. 30.000 semua tergantung bagaimana ilmu tawar menawar kita hehe.

Cukup ramai saat itu, dari pintu masuk sudah terlihat banyak kendaraan yang terparkir disana.  Tidak perlu mengeluarkan uang cukup besar untuk tiket masuk Curug Lawe, karena kamu akan hanya dikenakan Rp. 4000 saja untuk dapat menikmati Curug Lawe. Belum berakhir sampai dipintu  masuk perjuangan saya, dari pintu masuk untuk mencapai Curug Lawe kita akan menempuh jarak sekitar 3 km dengan track yang sangat aman untuk pemula tapi tetap harus berkosentrasi sebab jalanan licin karena ditumbuhi lumut dan kiri pematang parit adalah sungai yang cukup dalam.

Tibalah disebuah jembatan kayu yang saat ini diberi nama “Jembatan Romantis” , jembatan yang akan jauh lebih romantis jika berjalan bersama kekasi hati hehe. Jembatan Romantis ini salah satu spot foto yang seharusnya tidak boleh dilewati, karena pemandangan dan jembatan yang memang epic bisa menambah koleksi foto kamu di social media . Sepanjang jembatan ini ternyata dibawah adalah aliran air, jembatan yang juga berfungsi mengalirkan air ini karena dibawahnya ada tian pemancang.

Processed with VSCOcam with c1 preset
Jembatan Romantis, Curug Lawe

Sampailah disebuah suangi kecil yang menyebrangkan kita untuk lanjut berjalan menaiki anak tangga yang tidak cukup banyak. Dari anak tangga ini suara gemuruh air terjun sudah semakin jelas dan rasanya saya ingin cepat-cepat sampai untuk menikmati keindahan Curug Lawe, tidak lupa saya sempatkan untuk berfoto ruia di sungai kecil ini.

Akhirnya sampailah saya di Curug Lawe, ternyata disini sudah banyak pengunjung yang memenuhi air terjun ini. Sangat ramai jika kalian berkunjung dikala weekend seperti saya. Curug Lawe ini memang salah satu wisata alam yang masih terbilang baru di Semarang sehingga banyak sekali peminta yang ingin sekedar mengetahui Curug ini.