Sop Buntut Bu Ugi yang Melegenda di Tawangmangu

Tawangmangu adalah sebuah kecamatan yang daerahnya berdiri pada areal pegunungan subur yang dikelilingi oleh perbukitan. Lebih tepatnya Tawangmangu terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Tawangamangu terkenal karena daerah ini merupakan tempat wisata yang sejuk. Jika ditempuh dari Kota Solo maka dapat memakan waktu sekitar 1 jam. Ada beberapa obyek wisata yang terdapat di daerah Tawangmangu seperti Air Terjun Grojogan Sewu, puncak Gunung Lawu, Candi Cetho, Air Terjun Jumog dan masih ada beberapa lainnya. Tidak hanya tempat wisata dan udara yang sejuk saja, yang menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Tawangmangu, tetapi daerah ini juga memiliki wisata kuliner yang  melegenda hingga saat ini.

Sop Buntut Bu Ugi sudah berdiri sejak tahun 1950 yang memang awalnya hanya menjual nasi pecel saja yang kemudian pada tahun 1980 menyajikan sop buntut andalannya. Resep turun temurun ini lah yang tetap menjadikan warung Bu Ugi tidak pernah sepi dan selalu menjadi tempat favorit untuk menyantap semangkok sop buntut yang nikmat.

IMG_7239
Sop Buntut Bu Ugi, Tawangmangu

Tidak hanya sop buntut saja yang tersedia di warung ini, ada nasi pecel hingga garang asem khas solo menambah list kuliner nikmat yang wajib kamu coba saat berada di Tawangmangu.

Masalah harga, Bu Ugi memberikan tarif Rp 28 ribu setiap satu porsi sop buntut dengan nasi, dan untuk nasi pecel dengan harga Rp 10 ribu – Rp 20 ribu tergantung dari lauk yang kamu pilih.

Warung sop buntut Bu Ugi memang pilihan tepat untuk memanjakan lidah setelah kamu lelah mengexplore kawasan wisata di Tawangmangu.

 

Sop Buntut Bu Ugi

Alamat: Jalan Raya Tawangmangu, Kalisoro, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57792

Jam buka: 08.00-19.30

Advertisements

Warung Mbok Yem, Warung Legendaris di Atas Puncak Gunung Lawu

Mbok Yem bukan nama yang asing untuk para pendaki gunung lawu. Jika kamu pernah mendaki gunung lawu hingga puncak, maka kamu akan berpapasan dengan Warung Mbok Yem. Wanita yang memiliki nama asli Wakiyem ini memiliki sebuah warung yang di dirikan di atas Gunung Lawu, warung tersebut sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

Gunung Lawu sendiri memiliki ketinggian 3265 mdpl dengan jalur pendakian yang cenderung kurang cocok untuk pemula karena didominasi bebatuan dan kurang nyaman untuk dijejaki. Warung Mbok Yem berdiri tegak dekat dengan salah satu puncak Gunung Lawu yaitu Puncak Hargo Dumila. Warung Mbok Yem sudah menjadi cerita legendaris untuk para pendaki gunung.

Warung Mbok Yem ini menyediakan makanan dan minuman untuk para pendaki yang beristirahat sebelum atau sesudah mencapai puncak hargo dumila. Untuk makanan, menu favorit di Warung Mbok Yem adalah nasi soto dan sego pecel, tidak hanya itu para pendaki juga bisa memesan nasi telor, gorengan atau Indomie. Untuk masalah harga makanan dan minuma di warung mbok yem terbilang ekonomis untuk ukuran sebuah warung yang berada di atas Gunung yakni kurang lebih 10.000/porsi.

Jika kamu bertanya-tanya, “Apakah mbok yem mendaki gunung setiap hari dan turun setiap hari untuk pulang ke rumah?”. Jawabannya adalah, Mbok Yem hanya turun gunung tiga kali dalam satu tahun. Beliau pulang ke rumah hanya pada saat Idul Fitri dan ketika ada keluarga yang memiliki hajat atau hari-hari besar. Untuk pasokan dapur dan bahan makanan, Mbok Yem menyatakan bahwa selalu ada orang yang mengirim bahan makanan ke warungnya, tiga kali dalam seminggu.

Jika kamu mendaki gunung lawu, jangan lupa mampir ke warung mbok yem ya!

Blog at WordPress.com.

Up ↑